Capek

1114 Words

Malam harinya. Abi pulang dengan sangat tergesa-gesa. Tidak ada mampir-mampir seperti kemarin atau pun seperti saat masih bersama dengan mantan istrinya yang dulu. Pokoknya, ia cuma ingin cepat pulang dan sampai ke rumah untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Tadi ditinggal beberapa jam saja rasanya sudah rindu. Apa lagi kemarin-kemarin ia habiskan waktu bersama mereka. Jadi sekarang pun inginnya begitu. Gas diinjak dan Abi melesat dengan cukup cepat, hingga mengantarkannya sampai di rumah sebelum larut malam. Abi dorong pintu mobil dan menutup pintu pagarnya dulu. Setelahnya, dia ketuk pintu tapi yang membukakan pintu malah sang adik ipar. "Eh, Mentari. Kakak kamu dimana? Apa sudah tidur?" tanya Abi kepada adik iparnya itu. "Kakak di atas, Mas. Lagi nemenin Nasya di kamarnya," jawab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD