NDS~53

1376 Words

Rizal tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika mendengar putrinya kini tengah berbadan dua. Ia bahkan langsung beranjak dari tempat duduk, lalu memeluk Nada dengan erat. “Gimana? Kamu mual, muntah?” cecar Rizal setelah melepas pelukannya. “Sudah ngidam apa aja?” Nada terkekeh melihat antusiasme papanya. Sesungguhnya, Rizal adalah seorang figur ayah yang baik. Semenjak kecil, papanya selalu melimpahkan banyak kasih sayang dan perhatian padanya. Tidak ada yang kurang dalam hidup Nada, setidaknya hingga ia tahu bahwa kasih sayang itu ternyata terbagi dengan keluarga lain. Nada menarik napas, berusaha menyingkirkan perasaan rumit yang mendadak muncul di dalam d**a. "Belum ada ngidam apa-apa," jawabnya dengan senyum kecil. "Cuma Mas Sastra yang mual, muntah, sama pusing.” “Ohh ...” T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD