Milan cekikikan sendiri, tangannya terus mengusap perut Nada yang selalu saja bergerak tiap kali ia sentuh. Rasanya sungguh aneh dan membuatnya selalu penasaran. Bahkan, tidak jarang ia menempelkan sisi wajahnya di perut Nada, karena ingin merasakan tendangan langsung pada pipinya. "Lucu! Dia gerak lagi!" seru Milan, matanya berbinar penuh antusias. “Dia sudah nggak betah di dalam, minta keluar.” “Keluarnya gimana?” celetuk Cairo membuat semua orang dewasa yang ada di sana terdiam. Sibuk mencari jawaban yang tepat, sehingga rasa penasaran bocah tersebut terpenuhi. Nada dan Sastra saling pandang, menahan tawa sekaligus bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan polos itu. Sementara Milan justru tampak lebih percaya diri, seolah sudah tahu jawabannya. "Ya lewat perutlah!" jawab Milan ya

