Darren terpana melihat Alexa yang berjalan mendekat ke arahnya, perempuan itu tersenyum manis sambil kemudian duduk di pangkuannya. “Terkejut? Aku ambil penerbangan pertama ke sini agar bisa secepatnya membantu kamu, Sayang,” tutur Alexa sambil melingkarkan tangannya di leher Darren. Darren masih belum percaya dengan apa yang dia lihat, tak percaya jika kekasihnya itu kini beada di pangkuannya. “Terakhir kali begini kamu itu hanya mimpi, dan aku pasti hanya sedang ketiduran di ruangan ini karena pikiranku lelah!” tukas Darren, tanganya yang berada di sandaran kursinya, tak bergerak sama sekali, tak mau menyentuh Alexa. Alexa terbahak karenanya. “Astaga! Apa kamu segitu rindunya sama aku sampai memimpikan aku terus, Darren? Kamu memang dosen m***m, ya!” ujarnya. Kening Darren berkerut

