Bab 116. Memamerkan Kemesraan

1168 Words

Tanpa menunggu sepatah kata pun dari Kania, Edward segera melangkah masuk ke kamar mandi, mengunci pintu dengan tegas—meski kamar itu hanya milik mereka berdua dan tak ada yang berani mengganggu. Dengan kelembutan penuh, dia menggendong tubuh istrinya bak koala, lalu menurunkannya tepat di bawah guyuran air shower yang baru saja dinyalakan. Air membasahi mereka berdua, sementara Edward menekan Kania hingga tubuh istrinya menempel di dinding, seolah tak ingin melepasnya dari pelukan. Bibir mereka bertemu dalam kecupan lembut yang segera berubah jadi lautan gairah; lidah mereka saling menari dalam eksplorasi penuh nafsu, menyatu dalam tarian mesra di bawah derasnya air yang menimpa tubuh keduanya. Dunia seakan berhenti berputar, meninggalkan hanya mereka berdua dalam kehangatan malam itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD