Tatapan mereka terhenti dalam keheningan yang begitu panjang, seolah waktu ikut berhenti untuk menyaksikan pergulatan yang tak terucapkan. Arya akhirnya memecah kebisuan itu dengan suara yang dalam, sedikit menantang, "Mau sampai kapan kamu terus seperti ini? Kamu sengaja 'kan, mau peluk aku?" sambil menatap penuh arti. Renata tersentak, terkejut sekaligus malu. "Ih, ke-geer-an banget sih, kamu! Siapa juga yang mau peluk-peluk kamu? Yang ada kamu tuh, sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan," katanya sambil bangkit dari tubuh Arya. "Lebih baik kamu bangun sekarang. Jangan tidur di sini. Ini kasurku dan yang boleh tidur di sini cuma aku." Arya menegaskan dengan nada setengah mengancam, "Terus aku harus tidur di mana, Renata? Jangan lupa, walaupun hanya pura-pura, kita tetap suami ist

