Bab 136. Janji Hidup Baru

1105 Words

Ternyata, meskipun tubuhnya lemah tak berdaya, Bastian masih bisa merasakan kehadiran Kania. Saat suara putrinya menggema pelan di telinganya, perlahan, dengan susah payah, Bastian menggerakkan jari-jarinya. Detik-detik itu terasa abadi bagi Kania, harap-harap cemas yang membuncah dalam dadanya seakan membakar seluruh ruang itu. Tak lama kemudian, mata Bastian terbuka—sekilas saja, namun cukup untuk mengirimkan kejutan luar biasa ke dalam hati Kania. Suaranya tercekat, penuh haru dan tak percaya. Tanpa menunggu lama, dia berteriak memanggil dokter. Dalam kekalutan dan ketegangan, dokter dan tim medis segera mendekat, memeriksa setiap detak denyut Bastian. Sementara Kania, Edward dan Heru berdiri menunggu di luar ruangan, seolah waktu berhenti di sana. "By, aku benar-benar berharap papa b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD