Sesuai rencana, Kania dan Edward batal menginap di rumah lama Kania malam itu. Tanpa membuang waktu, mereka segera memberitahu Wira. Wira pun memilih acuh, enggan mencampuri urusan mereka. Setelah makan malam, dia tanpa kata langsung pergi ke kamar, membiarkan keheningan menguasai rumah. Sementara itu, Arya dan Renata saling bertukar pandang penuh arti. Malam ini bagai hadiah langka—kesempatan emas untuk mendekati Kania dan Edward. Renata lalu mengusulkan dengan suara ringan tapi penuh harap, "Sebelum tidur, bagaimana kalau kita ngobrol berempat? Double date, gitu." Kania menarik napas pelan, suaranya hampir berbisik, "Ya. Aku dan Edward memang punya urusan dengan kalian, tapi bukan untuk double date." Raut wajah Renata tiba-tiba berubah serius, alisnya berkerut. Ia sudah sejak tadi m

