158 | Aneh-Aneh

2605 Words

"Uni ... Mas takut." “Takut kenapa?” “Takut kamu capek sama Mas. Sama drama sindrom ini.” Seruni mendengkuskan tawanya. “Asal jangan selamanya aja begini. Kalau cuma karena kehamilanku, ya, okelah nggak pa-pa.” Jagat terkekeh kecil. Mengeratkan pelukannya pada lengan sang istri. Sedang duduk manja di sofa ruang tengah, menonton serial lawak Negeri Ginseng. Sambil makan keripik, Seruni ingin makan keripik singkong katanya, langsung dicarikan oleh si mbok dan pak sopir. Iya, ini sepulang dari rumah sakit dan anak-anak masih di sekolah. Jadi, Jagat masih bisa nemplok kepada mami si kembar. Jagat cium-cium pipi dan leher Seruni sesekali. Gemas katanya. Seruni mengerling saja, justru Jagat yang manja, menye-menye—oh, Astaga. Ini siapa yang hamil, sih?! Kok, malah suami yang minta perhatia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD