157 | Saksi Bisu

1023 Words

"Akhirnya kita bisa berduaan lagi," gumam Jagat. Seruni melirik. Di perjalanan menuju rumah sakit, Jagat duduk di kursi penumpang dengan posisi setengah merebahkan badan, tetapi tatapannya di Seruni. Satu tangan Jagat memegang perut, satu lagi menggenggam botol air mineral. Tadinya malah menggenggam tangan Seruni, tetapi wanita itu melepasnya saat sopir mulai masuk. "Habis anak-anak pulang harus sabar lagi, toh ini risiko Mas. Nikmati." Karena sudah berdoa Seruni supaya kebobolan, sekarang hasilnya sesuai doa itu, dan Zero tantrum. Jagat menghela napas, tetapi tetap senyum. "Iya, nggak pa-pa. Akan Mas hadapi sampai harmonis lagi." Seruni membalas senyuman itu. Yang lalu dia cubit-cubit otot lengan Jagat. "Dulu waktu Mas ninggalin kamu di Jogja—sebelumnya maaf, kamu lagi hamil?" Ah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD