"Mas tidur dulu, ya, Uni." Tadi. Seruni mengangguk. Setelah sarapan dan minum obat, lalu duduk dulu sebentar. Jagat pamit terlelap. Seruni merapikan bekas makannya, membawa ke dapur, di sana ada si mbok yang sedang masak. Lalu tiba-tiba Mami Kara menghampiri, beliau menyerahkan sebuah bungkusan plastik. Katanya, "Dicoba dulu, takutnya iya hamil." Uh .... Seruni menelan ludah. Baru saat itu dia terserang panik, tetapi dengan ekspresi tenang. Tak dipungkiri soal hamil masih mendebarkan baginya. Padahal kalau kata orang, sih ... kenapa takut hamil? Kan, ada suami. Ya, iya, ada suami. Sewajarnya orang kalau punya suami, kan, suka hamil lagi. Tapi ... bagaimana, ya? Apa Seruni salah aturan saat minum pil? Ah, tetapi atas saran dokter, kok. Seruni memang mau KB, tetapi kala konsul dan men

