127 | Acc

2508 Words

Tatapan Jagat dan Mami Ancala terus bertemu. Si kembar juga ternyata sedang mengaji, mereka sudah mulai dikenalkan lebih intens dengan huruf Hijaiyah—konon. Begitu diberi suguhan oleh si mbok, Jagat siaga barangkali akan disiram lagi. Tapi ternyata tidak, Mami Ancala cuma sibuk memandang Jagat dengan tatapan penuh penilaian. Aduh. Jagat bilang apa, ya? Serasa gerah pol di sini, padahal ada AC. "Ke sini cuma mau numpang duduk? Di rumah sendiri emang nggak ada sofa?" Jagat menoleh. "Maaf sebelumnya, Mi. Jagat masih berusaha buat—" "Apa? Rujuk?" "Iya ...." Jagat lalu meminta agar diberi satu saja kesempatan pembuktian. Akan dia jaga kepercayaan kedua yang diberikan padanya, termasuk soal tanggung jawab atas Seruni. Mami Ancala terdengar mendengkus. Kerlingan matanya tampak sulit dija

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD