Kemesraan Di Tengah Salju

2165 Words

Musim dingin kali ini seakan tak memiliki akhir. Salju turun tanpa henti, menyelimuti pepohonan tinggi di perbukitan dan hutan, membungkus dunia dalam selimut putih yang sunyi. Di dalam rumahnya, Zorion memandang mata Airine, mencari tanda-tanda penolakan. Mereka berdiri berhadapan, diterangi cahaya api yang menari-nari, bayangan mereka bergoyang di dinding kayu. Zorion kembali menurunkan kepalanya, Airine tidak bergerak, menutup matanya, Zorion menutup jarak antara mereka dan menciumnya lagi, lebih dalam dan penuh perasaan. “Kau yakin?” Zorion akhirnya bertanya di sela-sela ciuman merek. Zorion tak ingin ada penyesalan dari Airine nantinya. “Hmm …” Airine mengangguk. Tanpa kata-kata, dipandu Zorion ke atas sofa. Tangannya menyentuh setiap lekuk tubuh Airine, terpesona oleh kelembut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD