Ketika ciuman mereka semakin dalam, Airine tiba-tiba menarik diri. Wajahnya mulai memerah. “Good night,” ucapnya lirih. Zorion tersenyum santai dan sedikit tertawa melihat cara Airine sedikit canggung karena mungkin takut ciuman mereka menjadi sesuatu yang lebih dalam. Zorion kemudian mengusap bibir Airine yang basah. “Goodnight,” bisiknya. Lalu Airine beranjak berdiri dan menuju ke lantai dua dengan gerakan sedikit cepat. “Tak perlu cepat-cepat. Aku tidak menggigitmu,” ujar Zorion sambil menahan tawanya. * * * Keesokan harinya berjalan seperti biasa. Namun, hari itu, Airine lebih sering di kamar dan hanya keluar ketika jam makan saja karena dia harus menyiapkan makanan. Hal itu membuat Zorion akhirnya mengisi waktunya dengan memeriksa laporan pekerjaannya. Tak terasa, malam ke

