Pertikaian

1418 Words

Alvin tertawa pelan ketika Leonel kembali mengulang kata itu. "Papa..." Satu kata sederhana. Namun bagi Syafira, kata itu seperti batu kecil yang dijatuhkan ke danau tenang. Riaknya meluas ke mana-mana, tak terkendali. Sedangkan Alvin terlihat bahagia. Terlalu bahaga bahkan sehingga dia lupa untuk memikirkan efeknya. Leonel tertawa polos, tidak tahu bahwa satu kata yang dia ucapkan bisa menjadi bom waktu dalam rumah tangga seseorang. Syafira memejamkan mata sejenak. Seolah tengah berfikir keras bagaimana cara untuk menghadapi situasi yang tidak bisa dia kendalikan ini. "Mas, jangan," bisiknya lirih, mencoba tetap tenang agar tidak menarik perhatian Leonel. "Ini bukan cara yang tepat untuk kita lakukan saat ini." Alvin menoleh padanya. Sorot matanya berubah. Bukan lagi sekadar rindu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD