Ini adalah tidur ternyenyak yang Raka dapatkan setelah sekian lama ia tak pernah bisa tidur. Citra sudah beranjak dari sebelum subuh tadi. Sementara Raka masih bergelung di balik selimut bersama Mika. “Mika, ayo subuhan dulu,” terdengar suara Citra memasuki kamar kembali. Mika meletakkan telunjuknya di atas mulut sambil memberi kode pada ayahnya dari balik selimut. “Mama,” jeritnya saat selimutnya ditarik paksa dan dilipat cepat oleh ibunya. “Turun, solat cepat. Kebiasaan bener manja.” Mika mencebik. Dia mengatakan sesuatu pada Raka dari balik punggung ibunya, membuat Citra berbalik cepat, sementara Mika berlari keluar sambil tertawa-tawa. “Abang mau dibantu ke kamar mandi? Atau mau nunggu Ans dari masjid?” “Kamu gak keberatan?” “Aku panggil Banyu dulu ya.” Citra keluar lagi dan ke

