Bab 150: Pulang

1235 Words

Raka menggenggam erat tangan Citra. Perjalanan ini tak memakan waktu lama, tapi bagi Raka, ini adalah perjalanan terlama yang ia tempuh. Dua tahun ia terpisah dari keluarganya. Menjalani semuanya sendiri. Berusaha mencari solusi dan membereskan setiap persoalan yang membelit mereka. “Abang,” Citra bisa merasakan genggaman tangan suaminya yang dingin. “Sakit? Tangan Abang dingin,” bisik Citra khawatir. Raka menggeleng. “Aku terlampau senang bisa sama-sama kalian lagi,” Raka mengecup punggung tangan istrinya dengan khidmat. Citra tersenyum. “Kita akan sama-sama terus setelah ini.” Raka mengecup puncak kepala istrinya yang kini tertutup kerudung. Mika yang duduk di dekat Citra tersenyum jahil melihat kemesraan kedua orang tuanya. “Kakak, ayo tukeran,” bisiknya pada Banyu yang duduk di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD