Seorang bocah mungil tersenyum manis memandang Citra dari kejauhan. Sepasang mata indahnya berbinar begitu hidup. Mata yang indah serupa mata Anshel. Ada kepercayaan diri dan keteguhan Banyu yang terpancar dari wajah indahnya. Tapi senyumnya serupa senyum ceria Mikayla. “Mama harus bahagia ya,” matanya berpendar indah menatap Citra. “Sayang.” Bocah kecil itu tersenyum riang. “Aku akan tunggu Mama, Papa, dan Kakak-kakak.” “Sayang, maafkan Mama.” “Tidak. Mama tidak salah. Mama harus bahagia sekarang bersama Papa dan Kakak-kakak. Aku akan bahagia di sini jika Mama juga bahagia.” Wajah itu tampak begitu bahagia menatap Citra. “Mama tidak boleh sedih lagi. Berjanjilah, Mama.” Citra mengangguk pelan. Air matanya perlahan menetes. “Mama, jangan menangis, please. Aku bahagia kok di sini.

