Bab 153: The Truth

1313 Words

“Opa,” Mika berlarian begitu turun dari mobil meninggalkan kedua kakaknya dan orang tuanya demi menyongsong opanya yang sudah berdiri di teras. “Waduh cucu Opa makin cantik saja,” Bagaskara begitu gembira menyambut ketiga cucunya. “Oh tentu saja. Mama Mika kan cantik, Papa juga ganteng, jadi Mika dapat dobel cantik.” “Siapa yang ngajari kamu ngomong begitu?” Omanya terkekeh geli mendengar suara riang Mika. “Siapa ya, Oma? Mika juga bingung.” “Gak sama Papanya?” tanya Ratna saat tak melihat anak sulungnya, hanya ada menantu dan ketiga cucunya memasuki rumah. “Ada di mobil, Oma. Citra mau antar ke rumah sakit buat fisioterapi. Titip anak-anak dulu ya,” sahut Citra sambil menyalami kedua mertuanya. “Citra bikin salad buat Oma sama Opa,” dia meletakkan dua kotak berisi salad buah. “Gak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD