Rencana Licik Rebecca

1341 Words

Happy Reading... . . . Brum Brum Brum Suara deru mobil terdengar bersahut-sahutan di tengah jalan yang sepi. Mobil yang dikendarai oleh Araz memimpin lebih dulu dibandingkan 3 mobil lainnya yang ada di belakang. Araz menyeringai di dalam mobilnya seraya melihat 3 mobil lain dari balik kaca spion mobilnya. "Aku pasti akan menang! " gumamnya dengan percaya diri. Namun senyumannya langsung memudar saat melihat mobil yang dikendarai oleh Vania melaju sangat cepat dan beriringan dengan mobil yang dikendarainya. "Hai Araz!! maaf aku harus menyalipmu! uang 1 milyar itu harus jadi milikku! " seru Vania sebelum dia mempercepat laju mobilnya dan menyalip Araz dengan mudahnya seolah dia adalah seorang pembalap profesional. Araz sampai mendadak blank sesaat. Gara-gara kebanyakan mikir d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD