Dua Pria Kaku Menyebalkan

1657 Words

Elang menghentikan langkahnya tepat di depan pintu lift. Dia berbalik perlahan dan menatap Salsa dengan tatapan yang sangat serius. "Ya," jawab Elang singkat dan tegas tanpa ragu sedikit pun. Salsa mendengkus pelan. Dia membuang muka karena merasa kesal dengan jawaban Elang yang selalu saja seadanya. Di saat dia sedang sedih dan kacau karena kondisi kakeknya, pria di depannya ini tetap saja bersikap sedingin es. Salsa menarik napas panjang dan mencoba menguatkan hatinya. Dia tidak boleh terlihat lemah, apalagi sampai ketahuan kalau dia mulai punya perasaan pada kanebo kering di depannya ini. Mereka tiba di kantin yang mulai sepi. Sebelum Salsa sempat memilih tempat duduk, Elang sudah melangkah lebih dulu. Dia menarik sebuah kursi dan menatap Salsa seolah memberi perintah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD