Elang Pratama (5)

1228 Words

Elang mematung. Untuk sesaat, dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Otaknya yang biasanya bekerja cepat seperti mesin pencari hukum mendadak kosong. Kata-kata Salsa barusan terasa seperti pertanyaan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dia berdeham pelan, mencoba kembali ke sikap dinginnya seperti biasa. "Salsa, saya rasa pertanyaan kamu sudah terlalu jauh dari topik kesehatan Kakek." Elang berhenti sebentar, mencoba menata suaranya agar kembali terdengar tenang. "Hal seperti itu tidak perlu dibesar-besarkan." Dia melanjutkan dengan nada yang kembali kaku. "Rasa penasaran itu wajar saja." Elang mencoba menjelaskan dengan logika seperti biasa. "Dan pernikahan kita—" Dia belum sempat menyelesaikan kalimatnya. Karena Salsa tiba-tiba melakukan sesuatu yang sama sekal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD