Waktu yang Menyembuhkan-3

709 Words

Namun hari ini, mereka memilih tidak membahas itu. Seperti sore ini. Langit Jakarta berwarna senja jingga. Sinar matahari menyelinap masuk lewat jendela besar apartemen, memantul di lantai marmer dan dinding krem yang penuh bingkai-bingkai foto keluarga. Dita dan Tasha duduk lesehan di karpet bulu yang empuk, sementara Rania bersandar di sofa dengan bantal-bantal kecil menopang punggung dan pahanya. “Menurut kalian,” ucap Dita sambil memutar laptop menghadap ke arah dua sahabatnya, “pintu kayu jati atau besi tempa yang dicat hitam doff? Buat entrance Ruang Rasa Bandung.” Tasha yang sedang mengupas buah langsung berseru, “Jati! Jelas. Lebih hangat. Orang Bandung tuh suka hal-hal estetik tapi tetap cozy. Kalau besi, kesannya terlalu industrial.” “Bener,” timpal Rania sambil mengelus per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD