Tasha mengangguk. “Malam. Naik ya, aku mau cek laporan.” Ia meniti tangga ke lantai dua dengan langkah cepat. Ruangan di atas itu didesain seperti kantor kecil, dengan meja kaca besar, kursi ergonomis, dan rak-rak penuh dengan produk skincare yang tertata manis. Di sudut, ada ruangan sempit untuk foto produk dan satu kamar kecil yang bisa dipakai menginap bila perlu. Tasha menggulung lengan blouse-nya, duduk di depan laptop, dan membuka folder keuangan bulan ini. Excel yang menyambutnya penuh angka merah. Angka-angka yang menyesakkan d**a. Ia mengeklik satu persatu grafik omzet, memeriksa laporan retensi pelanggan, dan mengerutkan dahi. Beberapa produk flagship ternyata mengalami return rate tinggi. Tasha mencatat, mengevaluasi, memetakan. Jam tangannya sudah menunjukkan pukul 21.20, ta

