Otak yang Berisik-2

708 Words

“Bapak juga mau bikin usaha buat kita bisa punya banyak uang!” “Uang yang aku kirim itu pasti cukup kalau bapak gak aneh-aneh. Bapak selalu ketipu sama bisnis abal-abal! Berapa kali dibilangin selalu ngeyel. Bapak yang salah!” Suasana menegang. Sampai tiba-tiba, suara langkah terburu-buru datang dari luar kamar. Ibu Tasha masuk sambil membawa nampan berisi makanan yang kini nyaris tumpah. “Sudah, sudah… jangan ribut malam-malam begini, Mas…” Pak Sapto berdiri sambil mengibaskan tangan. “Kowe ra ngerti, Mbok. Anakmu iki sok suci, sok pinter. Dulu dia besar pakai uang siapa?! Lha ini saatnya balas budi!” Tasha tercekat. Ibunya hanya bisa berdiri di ambang pintu, matanya memohon, menggeleng pelan dengan wajah penuh lelah. “Tasha… Ibu minta maaf ya, Nak…” Pak Sapto keluar dari kamar samb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD