Saat akhirnya semuanya mencapai puncaknya, Dita terkulai di pelukan Bram, tubuhnya basah oleh keringat dan sisa-sisa rasa yang memabukkan. Mereka berdua tertawa kecil di sela napas yang belum sepenuhnya kembali, sebelum Bram mengangkatnya dan membawanya ke kamar mandi. Di sana, di bawah guyuran air hangat, mereka saling membersihkan dengan gerakan pelan, penuh belaian lembut dan ciuman kecil yang memanjakan menutup pagi itu dengan kehangatan yang lebih dari sekadar air dan sabun, itu adalah cinta yang telah menjadi milik mereka sepenuhnya. Barulah saat sarapan jam sembilan, ketika hujan tinggal rintik kecil yang turun malas di halaman belakang, Dita menyuapkan sendok terakhir bubur ayam ke mulutnya sambil mengelap sudut bibir, lalu menoleh ke Bram yang duduk santai di seberangnya kemeja b

