Cedera dalam Keluarga-3

832 Words

Beberapa menit kemudian, Elvie menoleh. “Sayang, maaf, Mama harus mampir ke rumah dulu sebentar. Ada dokumen penting yang tertinggal, cuma sebentar, ya.” Tasha mengangguk. “Nggak apa-apa, Ma.” Dan untuk pertama kalinya, Tasha akhirnya menginjakkan kaki ke rumah keluarga besar Chandrawinata—sebuah mansion megah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Gerbang otomatis perlahan terbuka, memperlihatkan halaman luas dengan taman yang tertata simetris, kolam ikan bundar di sisi kanan, dan fasad bangunan berarsitektur kolonial-modern yang menonjolkan status keluarga tersebut tanpa perlu mencolok. Mobil berhenti di depan tangga masuk yang tinggi. Dua pelayan segera menghampiri dan membukakan pintu. Elvie melangkah duluan, lalu menoleh pada Tasha. “Masuk aja dulu, sayang. Duduk di ruang tamu, Mama am

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD