Satu Dua Rahasia-2

708 Words

“Pilih yang tidak pedas ya, Non. Ingat perut dan janin, jangan terlalu keras kerja hari ini,” ucap Amita pelan. Tasha hanya mengangguk, matanya menatap daftar menu dengan malas. “Aku pesan salmon teriyaki dan sup miso saja,” gumamnya, lalu mengangkat tangan untuk memanggil pelayan. Mereka makan dalam keheningan. Tasha mengunyah perlahan, matanya menerawang ke luar jendela, membiarkan hujan tipis yang mulai jatuh membentuk pola di kaca. Kadang-kadang ia bertanya dalam hati— apakah seperti ini hidup yang dia pilih? Di antara kekuasaan, kemewahan, dan pernikahan yang dingin? Tiba-tiba, sebuah sentuhan lembut menepuk bahunya dari belakang. Tasha menoleh, sedikit kaget. “Eh... Erna?” Itu temannya Mabel. Perempuan muda dengan setelan blazer pastel langsung membungkuk dan memeluk Tasha sing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD