Satu Dua Rahasia-3

767 Words

Tasha menoleh ke jam di dinding. Astaga, sudah larut sekali. Ia memutar tubuhnya kembali ke arah Mabel. “Besok lusa aku ke Korea,” katanya pelan. “Tapi sebelum itu... boleh gak kamu buka blokir aku? Kita komunikasi lagi seperti dulu.” Mabel tersenyum kecil. “Iya. Aku buka nanti malam.” Tasha mengangguk. “Terima kasih. Aku janji akan ke sini lagi. Entah besok sebelum berangkat... atau nanti begitu aku balik dari Seoul.” Sebelum berdiri, Tasha menggenggam tangan Mabel erat. “Kamu tahu gak, kamu orang pertama yang bilang aku bisa bikin brand sendiri. Sekarang Sarasana udah mau buka di Korea, dan itu... karena kamu dulu percaya sama aku.” Mabel menatapnya lama, lalu menjawab lirih, “Aku bangga sama kamu.” Mereka berpelukan pelan. Tidak ada air mata. Hanya kelegaan yang tenang, dan sebua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD