Kebenaran-2

701 Words

“Tidak pernah,” ucap Tasha pelan, tapi tegas. “Aku tidak pernah menerima ini. Tidak ada surat, tidak ada kabar. Aku hilang bukan karena membenci Varrel. Tapi karena aku disakiti dan dibiarkan menggantung tanpa penjelasan.” Laki-laki itu memejamkan mata sejenak. Ia terlihat seperti menyusun ulang potongan-potongan masa lalu yang mendadak menyerbu pikirannya. Lalu dengan suara berat ia berkata, “Kalau begitu... siapa yang membalas surat Tuan Varrel?” Tasha membeku. “Maksud kamu apa?” Asisten itu menatapnya lurus. “Tak lama setelah Tuan Varrel mengirimkan surat ini dari Swiss, dia menerima balasan. Surat balasan dari Indonesia... dari seseorang yang mengaku sebagai Anda.” “Balasan?” Tasha mengerutkan kening. “Aku tidak pernah menulis surat apapun. Tidak pernah tahu bahkan tentang surat in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD