Untuk Varrel-2

717 Words

“Dita?” suara Tasha parau, masih setengah sadar. “Lo ngapain di sini?” Dita tersenyum, menunduk sebentar sebelum menjawab, “Maaf ya, gue bangunin. Gue cuma mau pamit.” Tasha langsung terduduk, selimut melorot ke pangkuannya. “Pamit? Maksud lo? Lo mau ke mana?” “Ke Yogya,” kata Dita pelan. “Jadinya pindahannya sekarang, sorry banget gak bisa nemenin lo yang lagi dalam keadaan kayak gini.” Sejenak, Tasha terdiam. Matanya membulat, tapi kemudian perlahan mengecil karena menahan emosi. Ia meraih tangan sahabatnya itu, menggenggam erat. “Gila lo. Kok lo nggak bilang dari kemarin-kemarin?” Dita mengangguk, mencoba tersenyum. “Gak bisa, gue tau kalau lo lagi down banget. Maaf.” “Stop minta maaf, anjir. Gue gak kenapa-napa. Jadi, pindahnya sekarang banget?” Dita mengangguk. “Si Rania juga b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD