Sebilah Luka-2

709 Words

“Mama bahkan… selalu menyalahkan dia atas kepergian Vano. Bodoh sekali. Padahal dia juga kehilangan. Dia juga terluka. Tapi Mama… menudingnya, seolah dia penyebab segalanya.” Tangis itu akhirnya pecah, meski masih tertahan. “Dan sekarang, Mama takut.” Suaranya gemetar. “Takut tidak punya waktu menebus semuanya. Takut Tuhan benar-benar ambil Varrel dariku. Satu anak sudah cukup, aku mohon… aku mohon jangan yang ini juga.” Tasha memeluk Elvie pelan, mendekap kepala ibu mertuanya di bahu dengan penuh kelembutan dan kesadaran bahwa luka mereka mungkin tak sama, tapi kesedihan mereka kini berjalan berdampingan. “Mama bukan ibu yang buruk. Mama hanya pernah tersesat di jalan yang Mama pikir benar.” Elvie menggigit bibir, menahan isakan, lalu berbisik, “Kalau Yovindra masih memaksa Varrel un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD