Namun sayangnya, segalanya tidak bisa sesuai keinginan, suara deru hujan masih menampar kaca jendela mobil ketika sang sopir melirik ke spion tengah, menunggu waktu yang tepat untuk bicara. “Maaf, Nona,” katanya pelan, “Jalan utama menuju rumah sakit ditutup sementara. Pohon tumbang dan ada beberapa ruas yang tergenang cukup tinggi. Ini... badai yang cukup parah.” Tasha menoleh, matanya langsung menajam. “Berapa lama penutupannya?” “Belum tahu pasti, Nona. Tapi dari info petugas lalu lintas, bisa sampai tengah malam. Saya khawatir kalau kita nekat, mobil bisa mogok di tengah jalan.” Disampingnya, Amita mengangguk, nada suaranya lembut namun tegas. “Saya setuju, Bu. Ini terlalu berisiko, apalagi kondisi Ibu Tasha sekarang sedang hamil. Bagaimana kalau kita istirahat dulu ke kediaman Nyon

