Pengampunan-2

715 Words

Tubuh Elvie membungkuk, dan tangannya mencengkeram sisi lututnya sendiri, menggigil karena perasaan hampa yang tidak bisa dilukiskan. “Aku gagal…,” lirihnya, seperti mengutuk dirinya sendiri. “Aku gagal menjadi ibu… gagal menjadi mertua… aku hanya bisa menyuruh dan menuntut…” Suara langkah perlahan menghampiri, mendekat melalui keheningan yang seolah membeku. Sebuah tangan besar dan hangat menyentuh bahunya dengan lembut. Elvie tidak langsung menoleh. Ia hanya diam, sampai suara berat namun pelan itu membenamkan dirinya dalam gelombang emosi yang lain. “Elvie…,” suara itu lirih, pecah. “Aku akan tanggung jawab. Atas semuanya. Maafkan aku…” Elvie membalikkan wajah, dan mendapati sosok suaminya, Yovindra, sudah bersimpuh di bawah kakinya, lututnya menyentuh karpet lembut lounge itu. Tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD