Gejolak Luka-3

825 Words

Maya menggenggam tangan Tasha dengan hati-hati, seolah takut menyentuh luka yang belum kering. “Aku ngerti kamu kaget… kamu belum siap ketemu lagi,” bisik Maya. “Tapi Mbak, sampai kapan mau lari? Kamu gak bisa terus-terusan ngumpet dari dia. Dunia ini kecil.” Tasha menggeleng pelan. “Aku bukan lari, May… aku menjaga. Menjaga luka itu tetap tertutup. Aku ini… luka buat dia.” Maya menatapnya lekat, matanya mulai berkaca-kaca. “Mbak… Varrel gak tahu kamu itu luka. Yang aku lihat, dia sehat, dia bahkan masih bisa senyum… artinya dia tetap bertahan walau kehilangan ingatan. Tapi kamu? Kamu yang makin sekarat karena terus menahan semua sendiri.” “Aku yang kehilangan bayi itu, May.” Suara Tasha bergetar, nyaris tak terdengar. “Aku yang gak bisa jaga… anak kami. Dan aku gak mau jadi pengingat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD