Rasa yang Tidak Asing-2

724 Words

“Selamat ya, Mas… buat hari pertama keluar rumah sakit,” bisiknya manja, sebelum meraih bathrobe putih yang tergantung di sisi pintu dan mengenakannya perlahan, gerakannya tenang namun penuh irama, seperti tarian kecil yang hanya ingin disaksikan oleh satu pria saja. Ia tidak menoleh lagi saat melangkah keluar dari kamar mandi, hanya menyisakan aroma tubuhnya yang samar tertinggal di udara, wangi sabun, kulit basah, dan sedikit aroma keangkuhan seorang istri yang tahu betul bahwa tubuh suaminya masih mengingatnya, bahkan ketika ingatan pria itu belum kembali. Bram berdiri di sana, diam, dengan napas yang masih berat dan tubuh yang seakan baru diperas oleh badai. Ia menunduk, menggelengkan kepala pelan sambil menghela napas dalam. "Astaga..." desisnya lirih, setengah pasrah, setengah bin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD