Benang Merah-2

727 Words

“Kalau gajah tuh gini, Dit— liat nih, liat belalai tanganku— brrrggghhh!” Dita tertawa terpingkal, nyaris menjatuhkan icing dari tangannya. Dan mereka tidak menyadari… bahwa Bram kini berdiri di ambang pintu. Hingga akhirnya Bram berdehem, suara beratnya memecah suasana hangat dapur yang penuh gelak tawa itu. Seketika, Dita dan Dario menoleh bersamaan ekspresi mereka berubah dari tawa lepas menjadi keterkejutan yang tertahan. “Mas!” seru Dita riang, langsung meletakkan spatula dan berlari kecil menghampiri suaminya. Tanpa ragu ia memeluk Bram erat, tubuhnya menyatu dengan d**a pria itu yang masih sedikit dingin karena udara malam. “Pasti Mas kangen ya? Nggak bisa tidur tanpa pelukan istri sendiri,” godanya sambil mendongak dengan senyum nakal. Bram menghela napas, mengangkat satu tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD