Benang Merah-3

712 Words

Begitu ia menarik diri, Dita tersenyum kecil. “Nah… itu namanya ciuman,” bisiknya. Lalu ia berbalik, menyelimuti dirinya dan memunggungi Bram dengan puas. Suara geli tertahan terdengar dari dalam selimut. Bram hanya bisa menggeleng pelan, lalu bangkit dan menuju kamar mandi dalam kamar tersebut. Saat ia menutup pintu, ia sempat menatap ke arah tempat tidur dan bergumam dalam hati. Istriku ini… selalu penuh kejutan. Bram menyiapkan diri untuk hal-hal aneh yang Dita lakukan ke depannya, ia sadar betul bahwa perempuan itu tak bisa ditebak. Maka ia menyempatkan diri untuk mandi pagi ini dengan niat yang jelas yaitu mengajak Dita kembali ke paviliun. Rumah utama terlalu ramai, terlalu penuh aturan dan... nasihat-nasihat dari Eyang yang siap menohok di antara cangkir teh dan piring kue. Nam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD