Puncak Kenikmatan-3

643 Words

Wajahnya menyembul dari selimut. Matanya hanya tinggal satu garis. “Aku cantik loh… dan perawan… dan sexy…” Dan gelap pun menelan malam. Sementara Prabu masih di bawah, belum tahu apa yang akan ia temukan di tempat tidur malam ini. Prabu sendiri terus meneguk alkohol. Awalnya hanya sekadar bersosialisasi. Tapi ketika suara musik makin kencang dan lampu pesta mulai menari-nari di udara, Prabu tahu batasnya. Dia bukan anak muda yang tahan begadang sambil berdansa, bukan juga pria yang suka mabuk dalam keramaian. Setelah cukup basa-basi dengan teman-temannya dan menolak tawaran gelas ketiga dari Jagapathi, Prabu akhirnya pamit. Kepalanya agak berat, tapi masih cukup sadar untuk berjalan tanpa menabrak pot bunga. Namun begitu pintu kamar dibuka… Matanya langsung menyipit. Lantai penuh… de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD