Penderitaan yang Aneh-3

829 Words

"Seru sekali" Rania menjawab antusias. "Aku sempat mencoba satu kue cokelat truffle yang rasanya... astaga, seperti mimpi. Tapi mahalnya tidak masuk akal, Kek!" Ia tergelak kecil, membuat Lucien ikut terkekeh meski dengan napas pendek. Lucien menepuk tangan cucunya dengan pelan. "Kalau begitu, kenapa kamu tidak tinggal saja di sini? Kamu dan Dhika. Mansion ini... besar, terlalu sunyi tanpa keluarga. Aku sudah terlalu tua untuk terus menyimpan penyesalan." Rania menoleh pelan. "Kenapa Kakek masih mememaksa kami tinggal? Bukannya... anak-anak Kakek sendiri tidak begitu suka kami di sini?" Lucien menarik napas dalam, seperti tengah menurunkan sesuatu yang berat dari dadanya. "Karena aku ingin menebus dosa. Nenekmu, ibunya Bramatyo, adalah cinta pertama Kakek. Kami bertemu saat aku liburan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD