Nafsu yang Merindu-3

736 Words

“Opa kangen. Daisy kalau sakit bikin panik. Kalau Daisy sakit, tadinya Opa mau pergi ke Paris biar gak sedih, buat nyusul Om kamu yang nakal,” godanya. Daisy tertawa geli, lalu menjawab dengan gaya cadel khasnya, “Sissy udah sembuh. Sissy mau makan... yang buanyak!” Prabu hanya bisa menghela napas lega, lalu mengusap kepala sang putri lembut. “Ayah beliin s**u stroberi favorit kamu, nanti minum ya? Ada di kulkas, tapi nanti sarapan dulu.” Daisy mengangguk antusias, lalu menoleh saat Lestari memanggil dari dapur. “Ayo, Nona kecil! Oma butuh bantuan buat aduk-aduk adonan pancake!” Dan dengan semangat membuncah, Daisy langsung melompat turun dari pangkuan Tyo, berlari ke dapur mengikuti Lestari seperti asisten chef profesional. Melihat pemandangan itu, Prabu tersenyum. Tapi sejenak kemu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD