(Bukan) Pernikahan Sandiwara-3

718 Words

Dita mengangkat wajahnya, menatap sosok di hadapannya yang kini hanya berjarak sejengkal. “Mas...” bisiknya nyaris tak terdengar. Bram membuka mata, menoleh. “Hm?” Tanpa menjawab, Dita mengecup pipinya. Satu kecupan ringan, tapi penuh tanya. Ia sendiri tidak paham kenapa ia melakukannya. Tapi ia ingin. Dan itu lebih menakutkan daripada rasa gugup saat berdiri di altar tadi. “Kenapa?” tanya Bram pelan, tak bergerak, seolah takut membuyarkan momen. Dita menahan senyum. “Nggak apa-apa. Mau nyium aja,” katanya ringan, meski jantungnya berdentum keras. “Ayok ciuman bibir.” Bram mengerutkan dahi. “Itu lipstikmu masih merah banget, nanti belepotan.” “Lagian juga udah belepotan dari tadi.” Dita terkikik, lalu tanpa aba-aba, menarik tengkuk Bram mendekat. Jarak di antara mereka lenyap. Bibir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD