Di Bawah Selimut Bersama-2

714 Words

“Cepetan, Jagoan. Kita berangkat,” ucapnya sembari menyentuh punggungnya pelan, menggiringnya keluar. Diperjalanan suasana dalam mobil hanya diiringi suara deru jalan dan hembusan AC yang lembut. Rania bersandar santai di jendela, matanya menerawang, hingga suara Prabu memecah keheningan. "Saya minta maaf soal kegaduhan tadi... dan terima kasih sudah ada buat Daisy," ucapnya pelan, namun serius. Rania menoleh sekilas. "Jadi beneran udahan ya, Pak?" "Iya. Rasanya nggak ada masa depan dengannya," jawab Prabu tanpa ragu, suaranya tenang seperti keputusan itu sudah bulat sejak lama. Rania mendesah pelan. "Oke... lalu nasib saya gimana?" Prabu mengangkat alis. "Nasib kamu gimana apanya? Kamu mau saya ajak ke altar?" "Ih, gak gitu! Maksudnya, saya udah gak harus pura-pura jadi pacar Bapak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD