Di Bawah Selimut Bersama-3

1196 Words

Dita mencolek lengan Rania, cengengesan. “Tapi kalo lo buang, kasih gue, ya?” “YAK INI KAFE BUKAN PASAR LOAK!” Namun karena dapur kafe-nya berkonsep semi terbuka segala gerak-gerik Rania selama memasak bisa terlihat jelas oleh para pelanggan, termasuk—sayangnya—oleh dua sahabatnya yang tidak tahu arti kata 'diam'. Tasha berdiri di belakang meja cutting, menggenggam talenan seolah dia bagian dari tim dapur, padahal cuma numpang eksis. Dita lebih parah lagi, berdiri sambil berbisik-bisik dengan mata berbinar seperti sedang menonton drama Korea live-action. “Lihat deh, caranya Pak Rektor duduk aja udah kayak CEO dalam iklan parfum,” gumam Dita. “Gila, betisnya kok bisa sebagus itu ya?” bisik Tasha. “Kalo gue jadi Rania, gue peluk tuh kaki tiap malam.” Rania membuang napas tajam, mengiris

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD