Kegelisahan Rania-3

702 Words

Namun dalam perjalanan… pikirannya terus berputar. Gandengan? Cewek berbaju putih? Wajah pria dalam foto itu… memang mirip. Sangat mirip. Tapi, benarkah itu Rayyan? Kenapa jadi terasa masuk akal kalau Rayyan datang dan pergi sesuka hati? Tapi tidak… tidak mungkin. Rania menepis pikirannya sendiri. Itu bukan Kak Rayyan. Itu bukan dia… bukan dia… gumamnya dalam hati berulang-ulang. Meski, dalam detik-detik sepi di dalam mobil, hatinya mulai retak oleh keraguan. Di depan Daisy, Rania tidak boleh tampak sedih. Tak peduli hatinya masih kacau oleh foto Rayyan dengan perempuan lain atau perasaan bersalah pada Prabu yang belum termaafkan. Ia berdiri tegak, tersenyum seolah segalanya baik-baik saja. “Bunaaaaa!” teriak Daisy saat keluar dari gedung sekolah, berlari kencang sambil menyeret tas m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD