Pagi ini, suasana di rumah keluarga Bagaskara terasa berbeda. Biasanya, suara tawa dan celotehan Aleeya memenuhi setiap sudut rumah. Namun kini, hanya keheningan yang menyelimuti. Di kamarnya, Aleeya duduk di tepi tempat tidur sambil memeluk bantal guling. Matanya menatap kosong ke arah pintu kaca yang sudah ditutup rapat—tanda bahwa masa pingitan telah dimulai. "Bibi, aku bosan," keluh Aleeya untuk kesekian kalinya pagi ini. "Ini baru hari pertama, tapi rasanya udah kayak seminggu." Bibi yang sedang merapikan pakaian Aleeya di lemari hanya tersenyum. "Sabar ya, Mbak Leeya. Ini untuk kebaikan Mbak juga. Tradisi pingitan itu penting." "Tapi kenapa harus seminggu sih, Bi?" tanya Aleeya sambil membolak-balik tubuhnya di tempat tidur. “Harusnya dua hari saja." Bibi Sari menghentikan kegia

