Hari Mendebarkan

1041 Words

Restoran "Taman Senja", 16.30 sore. Aleeya berdiri di depan cermin kamar mandi restoran, tangannya gemetar saat merapikan lipstik yang sedikit luntur. "Tenang, Aleeya. Tenang," bisiknya pada pantulan dirinya sendiri. "Ini cuma pertunangan. Bukan ujian nasional." Mami Naura masuk dengan senyum hangat. "Gimana, sayang? Sudah siap?" "Aku kayak mau muntah, Mi." "Itu tandanya kamu excited. Bukan sakit." Aleeya menatap Mami lewat cermin. "Mas Kaivandra gimana? Dia sudah sampai?" "Sudah dari tadi. Pakai kemeja senada dengan kebayamu. Kelihatan tampan banget." Aleeya tersenyum tipis. "Dia nervous nggak?" "Sepertinya sih tidak. Dia malah nyuruh-nyuruh tamu yang udah datang. Kayak tuan rumah," jawab Mami sambil tertawa. Aleeya menarik napas dalam. "Oke. Aku siap." Mami Naura memeluk putr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD