Studio Desain "Langit Sutra", 10.13 pagi. “Aku deg-degan, Mi,” keluh Aleeya sambil melirik pantulan dirinya di cermin besar di ruang tunggu. “Deg-degan karena fitting baju atau karena Mbak Yenny-nya?” sahut Mami Naura, tanpa menoleh, sibuk menelusuri katalog bordir di tangannya. Aleeya memeluk tas kecilnya erat-erat. “Dua-duanya.” Mbak Yenny, sang desainer legendaris, adalah legenda hidup dunia jahit-menjahit. Bukan karena prestasi semata, tapi karena reputasinya yang super galak. Sekali klien membuat kesalahan, bisa berakhir dengan ceramah panjang dan ancaman “batal jadi pengantin”. Belum sempat Aleeya menenangkan diri, pintu fitting room terbuka pelan. Seorang asisten keluar dan memberi isyarat. “Mbak Aleeya, bajunya sudah siap dicoba.” Aleeya melirik Kaivandra yang sedang duduk me

