Adzriel Cepu

1192 Words

Selepas makan siang, Aleeya meminta izin kepada Mami Naura, Papi Dimas, dan Mama Vania untuk pergi sebentar. Wajahnya cerah, senyum masih mengembang dari tadi. “Mami, Papi, aku mau ajak Mas Kaivandra beli gelatto sebentar, ya?” Seketika itu juga, Adzriel menyelutuk, “Aku ikut! Katanya tadi mau beliin aku es krim!” Aleeya melirik tajam. “Iya, iya, ikut. Tapi jangan banyak protes.” Mami Naura mengangguk sambil tersenyum. “Tapi jangan lama-lama, ya. Ingat, Kaivandra belum boleh terlalu capek.” Mama Vania juga mengangguk lembut. “Tante titip Kaivandra ya, Aleeya.” Aleeya menggenggam tangan Mama Vania sebentar, lalu berpamitan. Mobil keluarga Aleeya meluncur perlahan di jalanan kota yang sore itu cukup ramai. Udara dalam mobil sejuk, tapi percakapan di dalamnya panas oleh ocehan Adzriel.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD