Hadiah Spesial

1143 Words

Restoran bergaya semi-klasik itu dipenuhi nuansa hangat. Lampu gantung berbentuk bunga kristal menggantung di langit-langit, meja-meja bundar diselimuti kain putih, dan suara musik lembut mengalun di kejauhan. Di salah satu sudut, keluarga Aleeya duduk mengelilingi meja panjang. Suasana masih dipenuhi tawa, cerita-cerita penuh semangat, dan pujian untuk sang mahasiswi cumlaude hari ini. Aleeya baru saja menghabiskan suapan terakhir sup krimnya ketika pelayan mendekat. “Maaf, Mbak Aleeya—ada tamu yang ingin bertemu.” Semua kepala menoleh. Aleeya mengerutkan dahi. “Siapa ya?” Sebelum sempat menjawab, dari arah pintu masuk restoran, dua sosok perlahan-lahan muncul. Mama Vania berjalan anggun, mengenakan gaun pastel, senyum keibuannya begitu hangat dan menenangkan. Di sampingnya, seorang p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD